Tanpa Judul

All of ya’ll radios out there
This song goes out to yo
Yeah, Aicha, for my sister, ya

[Verse1]

So sweet, so beautiful
Everyday like, queen on her throne
No, nobody knows how she feel
Aicha, Lady one day it’ll be real
(Lets do it)

She moves, she moves like a breeze
I swear I can’t get her out of my dreams
To have her shining right here by my side (shining like a star)
I’d sacrifice all them tears in my eyes
ohohohh

[Chorus]

Aicha Aicha - passing me by (there she go again)
Aicha Aicha - my my my (is it really real?)
Aicha Aicha - smile for me now (I don’t know, I don’t know)
Aicha Aicha - in my life (Yeah)

[Verse2]

Mmm, she holds her child to her heart
Makes her feel like she blessed from above
Falls asleep underneath her sweet tear
Lullaby fades away with his fear
ohh

[1/2Chorus]

Aicha Aicha - passing me by (there she go again)
Aicha Aicha - my my my (Like this, here we go)

[Bridge]

Needs somebody’lean on (lean on)
Someone body, mind & soul (body, mind & soul)
To take her hand, to take her world
Show her the time of her life, so true (true)
Throw the pain away for good
No more contemplating (boo) (No more contemplatin)
No more con.tem.pla.ting boohoho (aha)

[Verse3]

Lord knows the way she feel (I wonder)
Everyday in his name she begins
To have her shining here by my side
I’d sacrifice all them tears in my eyes
Ohh
Aicha Aicha - ecouté moi (Lets do this)

[Chorus]

Aicha Aicha - passing me by (there she go again)
Aicha Aicha - my my my
Aicha Aicha - smile for me now
Aicha Aicha - in my life (ohh)
Aicha Aicha - (there she go again)
Aicha Aicha - passing me by (one more time)
Aicha Aicha - (she don’t know, she the light of my life, no she don’t)
Aicha Aicha - (no she don’t) (ohh)




Renungan Manusia

Tidak

Tidak ada

Tidak ada yang sempurna

Karena segala yang sempurna hanya milik-NYA

Coba kau pahami lagi apa makna “Suci”

Pikirkan lagi apa makna “’Alim”

Renungkanlah lagi apa makna “sempurna”

Tidak ada kecuali DIA yang SATU

Pantaskah kau katakan bahwa mereka orang yang sholeh ter ma’sum dari segala dosa?

Pantaskah kau katakana bahwa orang-orang yang selalu berusaha agar menjadi lebih baik itu luput dari kesalahan?

Coba kau pikirkan lagi baik-baik tentang kata “Manusia”

Apa kau juga manusia?

“Manusia tidak luput dari khilaf

Manusia tidak lepas dari dosa

Mengingat tuhannya dikala berduka

Melupakan tuhannya disaat gembira

Wahai manusia

Janganlah lupa”

Pantaskah kau menuntut suatu kesempurnaan dari manusia yang tercipta oleh NYA yang Maha Sempurna?

Apa kau pikir dunia fana ini bukan sebuah ujian bagi kita?

Ujian bagi keimanan? Ujian bagi keilmuan? Ujian bagi keyakinan?

Coba kau telaah lagi apa yang Allah berikan pada Manusia, Malaikat, dan Setan?

Manusia diberi akal pikiran dan hati dengan pilihan manfaatkan atau sia-siakan

Malaikat diberikan ketaatan dan senantiasa patuh dan bertasbih

Setan diberikan Kekuatan dengan pilihan patuh atau ingkar

Lalu manusia, apa pilihanmu?

Ketika Do’a Dan Ayat Allah Diperjual-Belikan

Ketika Do’a dan Ayat Allah Diperjual-Belikan



Suatu hari ketika ustadz saya akan berziarah ke makam kedua orangtuanya di sebuah pemakaman umum, disana ia mendapati berbagai macam orang yang menawarkan jasanya. Ada yang berjualan bunga untuk ditaburkan diatas makam (sayang banget, padahal nantinya dibuang lagi), ada juga yang membawa pengki dan lidi menawarkan jasa pembersihan makam yang berantakan bekas bunga layu dan rumput liar, juga ada beberapa fakir yang menanti uluran tangan pengunjung makam. Itu agaknya cukup ‘biasa’ di Negara kita. Tapi ada satu yang paling unik adalah orang yang menjual jasa untuk membaca “Yasin.” Hmmm.. mari kita lihat dulu percakapan mereka.



“Pa, bade dibacaan Yasin?” Tanya salah seorang penawar jasa, Ustadz saya yang penasaran ‘mengetes’ sang penjual jasa yasin

“Berapa gitu pak satu surat?”

“Ya… biasa 100.000 pak” ustadz saya agaknya cukup tercengan mendengar harga itu. Berarti selama ini praktek jual beli ayat Allah sering terjadi, padahal itu kan tidak boleh.. Astagfirullah… lalu karena penasaran lagi, beliau mencoba menawarnya

“Mahal amat pak segitu. Gimana kalo 50.000 aja?” tanpa basa basi, sang penjual jasa mengiyakan

“Boleh pak, setengahnya juga gapapa”

Oke, percakapan cukup sekian. Da sebenarnya dari awal ustadz hanya ingin mengorek info mengenai hal ini. Sehingga ia tidak menyewa bapak tersebut.



"ketika do’a dan ayat Allah dijual, lalu dimana letak substansinya?" menurut Ust. Aam Amiruddin tadi shubuh. dimana letak niat dan kekhusuan juga tujuan saat berdo’a?? dari tahlilan -baca yasin- (maaf bagi yang tdk berkenan) ketika ada yang meninggal nya saja sudah tidak ada contoh dari Rasulullah, apalagi sampai sengaja menyuruh orang lain membacakannya dengan iming-iming uang!!?? MasyaAllah..

yang paling menyedihkan jika dalam jasa do’a itu sebelumnya terjadi tawar menawar... do’a kehilangan makna hakikinya. bukan untuk mendo’akan tapi untuk uang!



Fenomena seperti ini sudah sangat lazim di negri kita yang tercinta ini. Menjadi hal yang lumrah ketika ada yang meninggal atau berziarah kubur, surat yang dibaca adalah surat Yasin. Padahal setahu saya, isi dari surat yasin itu kan cerita tentang kaum yasin yang di azab. Hmmm… maksudnya? Apa hubungannya dengan yang meninggal? Mungkin inilah jejak wali songo yang terkenal menyebarkan islam di tanah jawa, yang belum sempat mereka khabarkan kebenaran yang sebenarnya. Wallahu a’lam.



Sejatinya, do’a adalah sesuatu yang diucapkan seorang muslim kepada Allah sebagai bentuk penghambaan dan lemahnya diri sebagai manusia (baik tentang kebaikan untuk kita dan orang lain atau do’a keburukan untuk seseorang) yang senantiasa membutuhkan Allah dimanapun, kapanpun. “Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billah” tidak ada daya dan upaya kecuali atas kehendak Allah. Ya, itu yang membuktikan bahwa kita hanya mampu berusaha, merencanakan yang terbaik. Tapi Allah lah sang maha penentu segalanya. Sehingga manusia selamanya tidak akan bisa lepas dari kehendakNYA.



Adapun jika kita tidak hafal do’a yang telah dicontohkan oleh Rasull dalam qur’an atau hadits, tak perlu menyewa orang yang bisa membacakannya untuk kita. Cukup dengan bahasa kita sendiri. Karena sekali lagi do’a adalah kata-kata kita kepada Allah. misal untuk kasus mendo’akan ketika ziarah "Ya Allah, berikan kakek dan nenekku tempat yang baik disisimu, lapangkanlah mereka, dan terangilah mereka didalam gelapnya kubur. anugerahkan mereka surgamu ya Allah..

Dan tidak ada ketentuan dalam etika berdo’a harus menggunakan bahasa arab. Kalau ada,mohon tunjukkan pada saya karena saya belum pernah menemukannya.



Karena do’a adalah interaksi langsung antara manusia dan Allah maka hal itu harus dibarengi dengan kesungguhan dan keyakinan pada kekuasaan Allah. Dan sejatinya do’a tidak bias diperjual belikan. Sungguh celaka orang-orang yang berani memperjualbelikan ayat Allah.



Selain itu do’a akan terdengar lebih indah jika kita sendiri yang mengucapkannya. Dengan merangkai kata sedemikian rupa, sesederhana apapun, itu akan lebih dasyat daripada do’a yang diucapkan sambil dipimpin dan berjama’ah. Bukanya saya melarang atau menjelekkan berdo’a berjama’ah, tapi pastinya tiap orang punya keinginan yang berbeda sehingga alangkah sangat baik jika kita menyempatkan dalam setiap sujud kita, terutasa di sujud malam kita sebagai ajang untuk menumpahkan keinginan dan segala hal yang kita ingin curahkan kepada Allah. Jujurlah pada Allah, apa yang kita inginkan, apa yang kita harapkan. Karena sesungguhnya Allah maha mendengar do’a hambanya dan senang pada hambanya yang meminta kepadanya. Larena hal itu merupakan gambaran lemahnya kita dan hanya Allah lah tempat bergantung. Wallahu a’lam bi Sawwab….



Surat Cinta Untuk Para Akhwat

filw yang tersinmpan....

Ukhti, ana mau bercerita tentang apa yang baru ana dapatkan dari ‘guru’ ana yang sering menyadarkan ana tentang banyak hal. Sedikit berbagi, mudah-mudahan bermanfaat dan bisa disampaikan pada yang lainnya. Oiya, ini ada sedikit improve dari ana biar rame gitu!

Cerita berawal dari seorang murid akhwat beliau yang curhat tentang rasa cintanya pada seorang ikhwan. Ia bercerita tentang bagaimana ia ‘Cinta’ kepada si ikhwan. Lalu guru ana pun berkata:

“apa yang membuat anti merasakan ‘cinta’ pada si ikhwan”]
“Dia suka Ngebangunin ana untuk Tahajud”
“Apa hanya dengan hal itu anti bisa ‘Cinta’ pada ikhwan itu? Tepuk tangan teman-teman! Plok-plok-plok” Guru ana berkata seperti itu padahal disana tidak ada siapapun, hanya 3 orang sobatnya yang ikut mendengarkan dan ikut bengong melihat gurunya seperti itu.
“Bapak kenapa? Tiba-tiba keprok?” si akhwat kelieuran
“Anti bisa jatuh cinta dengan di Sms untuk tahajud? Selain itu apa lagi? Memangnya anti tahajjud?”
“Ya setelah ana diSms ana bangun, tapi 15 menit kemudian tidur lagi” Polos sekali saudara!
Sang Guru menahan tawanya mendengar hal itu, lalu ia melanjutkan “Apa yang membuat anti ‘cinta’ pada ikhwan itu?
“Dia suka nelepon Ana”
“Sudah berapa lama?”
“Seminggu”
“Dalam seminggu anti bisa jatuh cinta karena ditelepon?? Tepuk tangan saudara2!! Prok-prok-prok” sang guru mengulang sikap yang sama, yang di singgung manyun
“Lalu apa lagi?”
“Dia ngasih tau ana kalo tahiyat itu jarinya keatas kebawah, katanya sunnah Rasull lebih baik”
“anti bisa jatuh cinta karena di’Benarkan’ cara tahiyatnya?? Keprok barudak!!! Plok-plok-plok”
“Ahhh Bapak kenapa?? Kayak orang gila” bagus tu bahasa
“Anti yang gila! Kenapa kamu bisa jatuh cinta karena hal seperti itu? Sekarang, apa kamu mencintai masjid yang selalu mengingatkan anti sehari 5 kali??”
“Enggak”
“ Apa anti tidak cinta pada suara adzan?? Kenapa anti tidak cinta pada mu’adzin itu padahal ia sering mengingatkan anti?! Kenapa?”
“Enggak, gatau”
. “kenapa anti tidak mencintai bapak yang selalu perhatian pada antum semua. Bertanya keadaan kalian jika kalian tidak ada?”
“Enggak, kenapa gitu”
“Apa kamu benci pada si Akhwat1” (kasih nama itu biar gampang key!!)
“Nggak”
“Cinta sama dia”
“Nggak” Sang guru pun terus melanjutkan pertanyaan yang sama pada ke2 orang lainnya. Si Akhwat2 dan Akhwat3.
“Kenapa anti bisa cinta seperti itu pada ikhwan itu dan tidak pada yang lain??”
“Ngak tau”
“Sekarang kamu maunya gimana dengan si ikhwan itu?”
“Mau dido’akan supaya Berjodoh, pinginnya”
“Baik, kalo begitu Bapak akan do’akan agar berjodoh! Kalo gitu sekarang kita telepon dan tanyakan apa dia mau nikah sama anti”
“Jangan, jangan gila dong” yuu….
“Kenapa tidak”
“Bisi gak diterima,malu nanti”
“Anti, kalo memang benar-benar cinta, Kenapa anti ragu akan ditolak?? Bukannya anti PEDE mau berjodoh”
“Tapi kan”
“Anti pernah bilang kalo anti benci pada seorang akhwat karena ia Sms an dengan ikhwan itu, lalu karena ia menerima Sms itu juga telepon. So what? Sekarang apa anti pernah menangis karena ikhwan itu atau apa?
“iya pernah nangis dan sakit hati kalo liat sama yang lain”
“ Kalo begitu anti BERHAK untuk mendapatkan ikhwan itu karena anti telah merasakan sakit dan air mata karena ikhwan itu”
“Tapi kalo to the point sekarang..”
“Kenapa tiba-tiba gak PEDE??”
………………………..

Yup sekilas cuplikan cerita yang cikup panjang yak! (palagi klo dilanjut,,, beu bisa2 ana begadang ngetiknya!) n sebenarnya ana kurang tau rinci endingnya. Kurang lebih sama seperti yang akan dibahas. lalu pesan sang guru terhadap Kami (muridnya) adalah….

“Cinta yang sebenarnya adalah cinta yang tak memaksa! Diibaratkan kalian adalah sebuah mawar yang indah. Ketika ada seseorang yang menyukai anda, ada 3 kemungkinan yaitu:
1. Orang itu tanpa ba-bi-bu sekonyong-konyongnya orang monyong (eh,,) dia tanpa pamit pada pemilik bunga atau pada bunga itu sendiri, ia akan memetiknya dan bunag itu hanya dicium harumnya dan di selipkan di telinga?!! Dan setelah layu, ia akan “membuangnya”. At least, that just like TRASH!! ,, (maaf klo kejam)
2. Orang itu akan mengambilnya dengan ijin pemilik dan bunganya, lalu ia memetiknya dengan hati hati. And pada akhirnya layu dan DIBUANG LAGI lah!!!! Masa mau dikeringin (kecuali kalo dia tukang ngeringin bunga atw bikin sirop mawar ato mungkin tukang Rosella?? Heheh kidding)
3. Orang itu sangat suka pada mawar tersebut, namun ia tidak akan mematahkan batangnya bahkan mencabut dengan akar-akarnya! Sebaliknya, ia akan melindungi bunga itu dari hama dengan sedikit pestisida alami, memupukinya dengan teratur, dan menyiraminya dengan air yang sejuk, dan tentunya memberikan kebebasan untuk menikmati sinar matahari. Brrr… so sweet banget yak!! Mau dong…

Nah, setelah melihat tiga tipe tadi, manakah yang top of the best, jayyid jiddan, very good, syukron afwan (ehh yang terakhir di koreksi). Yak! Pinter kamu,, hah?, no1?? Bukaaannnn!! Gimana sih! Yang bener tu no 3!! Nomor TIGA!!

Nah cinta, Cinta yang sebenarnya itu ibarat no 3. ia tidak egois, tidak mengambilnya tapi melindunginya! Itulah yang patut kita dapatkan sebagai seorang muslimah. Kenapa? Kawan, islam itu Fitrah u know? Kita adalah orang yang beruntung, dan karena fitrah itulah kita berhak mendapatkan yang terbaik! (tentunya diimbangi dengan bagaimana kita: keadaan, keimanan, n ke istiqamah-an). Right? Intinya sih kalo mau dapet yang soleh, kita harus Persholeh diri bareng-bareng! Iya ya cinta??



Ya, itu hanya sebagian dari ilmu saya yang bisa dibagi. Masih banyak lagi yang lainnya tapi udah malem nih besok skul kan?? Heheh, maaaf jika kalian merasa digurui, ana gada maksud untuk itu sama sekali. Karena pastinya kalian lebih tau banyak. Hanya ingin berbagi kisah yang ana dapat dan menurut ana sangat diperlukan untuk kita semua. Maaf jika ada kata yang kurang tepat, karena apalah artinya ilmuku dibandingkan dengan Allah yang maha PERFECT!.... key kawan semoga bisa mencerahkan hati dan pandangan.

Ingatlah! Komitmen pada diri sendiri, Istiqamah pada tujuan, jika kita terus berusaha perbaiki diri, insyaAllah, Allah akan menyiapkan kita pendamping yang sejati yang lurus hatinya, indah Ahlaknya. Semoga bermanfaat khususnya untuk ana (pengingat diri) n umumnya untuk kalian kawan! ^-^

Bagi yang belom pernah dapet surat cinta, mumpung saya baik (???) ana ngasih ini nih biar ga sedih! Heheh ana juga belom kale..! kidding

ohh mari kita perbaiki diri

Surat Untuk Saudaraku...

Kepada Saudaraku

di tempat yang ingin ku datangi

ﺒﺴﻢﷲïºï» ïº®ïº¤ï»¤ï»¦ïºï» ïº®ïº¤ï»´ï»¢

 

      Assalamu’alaikum saudaraku! Apa kabarmu? Mudah-mudahan Allah senatiasa memberikan yang terbaik untukmu, keluargamu, teman-temanmu, dan aku juga berharap begitu. Sebelumnya maaf aku menyita waktumu untuk mau membaca surat ku ini kuharap kamu tidak keberatan, Aku ingin sedikit berbagi. Boleh ya?.

     Setelah sekian lama, kita saling mengenal hingga terjalin satu ukhuwah yang erat di antara kita semua. Kuharap itu dapat terus bertahan hingga akhir nanti. Kenapa aku berharap begitu? Karena tahukah kamu pernah ada kisah di zaman Rasulullah SAW yaitu sepasang sahabat yang berasal dari tempat yang berbeda dengan jarak yang jauh. Mereka pernah bertemu dan menjalin persahabatan satu sama lain. Lalu ketika mereka terpisahkan oleh jarak, salah satu sahabatnya sanggup menempuh jarak jauh yang bisa mencapai berhari-hari di tengah padang pasir hanya untuk bertemu dengan sahabatnya itu dan dengan niat persahabatan yang dilandasi dengan cinta pada Allah. Dan ketika sampai di rumah sahabatnya itu  sang sahabat yang didatanginya itu sangat gembira karena dapat bertemu kembali. Hal itu membuat Rasulullah sangat kagum pada keduanya dan berkata bahwa mereka adalah ahli surga karena persahabatan mereka.

    Tahukah kamu aku ingin sekali hubungan kita seperti itu. Cinta karena Allah. Karena selain hal itu disukai oleh Allah, juga karena aku ingin merasakan bagaimana indahnya persahabatan yang dijalin dengan landasan cinta karena Allah. Karena itu kuharap kita bisa melakukannya bersama-sama, tak terputuskan oleh jarak dan waktu. Dan aku yakin persahabatan karena Allah itu akan menghasilkan banyak kebaikan dan tidak akan pernah ada kata “menyakiti”. Karena persahabatan karena Allah tidak pernah mengumbar kata-kata, tidak membawa ego, dan tidak mengikat sahabat itu menjadi milik kita seutuhnya dan tidak mau membaginya kepada orang lain.

     Ku yakin kamu lebih tahu tentang hal ini, karena itu aku yakin kita bisa melakukannya bersama-sama. Ya! kita semua bisa melakukannya!! Semangat!  Jangan lupa selain itu sertakan aku dalam do’a mu ya!

      Terimakasih yang sangat karena kau mau membacanya. Kuharap kau juga akan membalasnya, aku tunggu ya!

                               

                                                                                               Saudaramu